Pengaruh Sistem Manajemen Kinerja terhadap Efektivitas Perencanaan Pembangunan di Bappelitbangda Kota Cirebon
Keywords:
sistem manajemen kinerja, efektivitas perencanaan pembangunan, BappelitbangdaAbstract
Perencanaan pembangunan daerah yang efektif merupakan faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang terarah, efisien, dan akuntabel. Salah satu unsur penunjang utama dalam perencanaan tersebut adalah penerapan sistem manajemen kinerja yang mampu mengukur, mengendalikan, dan meningkatkan kinerja organisasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem manajemen kinerja terhadap efektivitas perencanaan pembangunan di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai Bappelitbangda Kota Cirebon yang terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen kinerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas perencanaan pembangunan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji parsial (uji t) yang menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 66,1% menunjukkan bahwa sistem manajemen kinerja memiliki kontribusi yang cukup besar dalam menjelaskan variasi efektivitas perencanaan pembangunan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan sistem manajemen kinerja yang baik dapat meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan di Bappelitbangda Kota Cirebon. Oleh karena itu, disarankan agar instansi terkait terus mengoptimalkan penerapan sistem manajemen kinerja secara berkelanjutan, termasuk pemanfaatan teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.